Jumat, 18 Mei 2018

Tim CIPTA UREKA Universitas Udayana - Rusunawa TOD +++ Sebagai Inkubator Kehidupan

Judul : Rusunawa TOD +++ Sebagai Inkubator Kehidupan

Oleh : Tim CIPTA UREKA Universitas Udayana
Anggota Tim :

Prestasi : Juara I Lomba Ecohouse Design Competition IX - 7th Civil in Action yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 1 s.d. 3 Mei 2018

Panel Desain :

























Beberapa Video Lomba dan Dokumentasi Tim CIPTA UREKA :

Video Metode Konstruksi


Video Aerial View

Video Behind the Scene

Video Maket

Keberangkatan tim ke Jogjakarta

Technical Meeting

Sebelum presentasi

Setelah presentasi

Bersama maket

Maket Tim CIPTA UREKA

Penyerahan Juara I kepada seluruh pemenang lomba 7th Civil in Action

Bersama Finalis Ecohouse Design Competition IX

Juara I - Tim CIPTA UREKA!

Dilarang keras mengutip desain dan konsep tanpa mencantumkan sumber. Hak cipta oleh Tim CIPTA UREKA Universitas Udayana.

Senin, 01 Januari 2018

Menikmati Tiga Hari di Fukuoka, Jepang

Setelah sebelumnya saya menceritakan tentang pengalaman student exchange saya di Yamaguchi University (yang belum baca postnya bisa klik di sini), sekarang saya akan berbagi pengalaman saya tentang kota yang sempat saya kunjungi selama tiga hari di Jepang, yaitu Kota Fukuoka! Untungnya saya tetap dapat membuat post ini di masa akhir semester begini, kebetulan sedang ada UAS dan kesibukan lainnya haha (biasalah mahasiswa tingkat akhir sibuk tidur mikirin tugas akhir, cuma dipikirin aja nggak dibuat-buat wkwk), jadi pembuatan post ini disempatkan saat sedang ada waktu kosong di liburan tahun baru. Tak terasa tahun 2017 sudah akan berganti menjadi tahun 2018 (malah tahunnya sudah berganti, saya ketinggalan ngepost ini duluan lewat malam tahun barunya haha), tentunya saya tidak ingin pengalaman ini ketinggalan untuk diceritakan di blog saya ini. Okelah, untuk yang penasaran seperti apa pengalaman saya ini, silahkan lanjut dibaca post dalam bentuk Q&A (Questions and Answers) ini yaa!
Pemandangan Fukuoka dari Fukuoka Tower

Rabu, 20 Desember 2017

Student Exchange 2017 Unud ke Yamaguchi University, Jepang

Haloo... Sudah lama sekali saya tidak aktif di blog ini, setelah saya buka-buka lagi post terakhir saya itu di tahun 2013 pada saat saya masih kelas 12 SMA semester 1. Sekarang sudah akhir tahun 2017, saya adalah mahasiswa semester 7 di Teknik Sipil Universitas Udayana. Sudah empat tahun lamanya saya tidak pernah nge-blog lagi! Yah, memang dulu tujuan saya membuat blog adalah hanya untuk mengikuti kompetisi dari SMP sampai dengan SMA. Lalu saya masuk ke jurusan kuliah yang sangat bertolak belakang dengan bidang saya waktu sekolah menengah yaitu di blogging dan networking. Akhirnya blog ini terbengkalai deh hahaha

Namun sekarang, saya tertarik untuk mengaktifkan blog saya ini lagi. Saya rasa blog ini akan lebih menarik dan bermanfaat apabila saya gunakan untuk (mungkin) sharing tentang ilmu teknik sipil (saya harap kedepannya bisa seperti itu haha) dan juga pengalaman saya mengenai berbagai hal. Salah satu pengalaman yang ingin saya bagikan di kesempatan kali ini adalah tentang student exchange ke Jepang. Ya, di awal Bulan Desember 2017 ini saya berkesempatan untuk ikut program student exchange selama satu minggu ke Yamaguchi University, Jepang mewakili Fakultas Teknik Universitas Udayana. Ingin tahu lebih lanjut tentang pengalaman saya ini? Let's check this out, guys!

Pemandangan Ube dari Kampus Teknik, Yamaguchi University
Saya akan membuat post ini dalam bentuk Q&A (Questions and Answers), agar memudahkan pembaca (dan saya juga hehe) dalam membaca review saya ini. Oke, langsung saja ke pertanyaan pertama...

Selasa, 10 Desember 2013

Memaksimalkan Peran Transportasi Umum untuk Mewujudkan Denpasar yang Modern dan Kreatif

Denpasar adalah salah satu dari sekian banyak kota besar di Indonesia. Seperti kota-kota besar lainnya, ibukota Provinsi Bali ini tentu memiliki masalah tersendiri, seperti kepadatan penduduk, kemacetan, kebersihan lingkungan, polusi, dan masalah lainnya. Di sisi lain, seluruh warga Kota Denpasar tentu mengharapkan kota ini dapat menjadi kota yang nyaman untuk dihuni seluruh warganya, sehingga dapat disebut kota yang modern dan kreatif. Apa itu kota modern dan kreatif?


Yang dimaksud kota modern dan kreatif adalah kota masa depan yang bebas polusi, bebas macet, ramah lingkungan, mampu memunculkan cara sendiri dan mampu menjawab masalah dengan solusi kreatif dari warganya sendiri sehingga menjadi kota idaman seluruh orang.

Ide kreatif dapat diwujudkan dimana saja, termasuk untuk mengatasi kemacetan di Denpasar. Pemerintah Provinsi Bali sebenarnya sudah memiliki upaya untuk mengatasi masalah kemacetan ini, sebagai contoh yaitu menyediakan transportasi umum seperti Trans Sarbagita yang terintegrasi di empat wilayah kabupaten/kota di Bali, yaitu di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Khusus di Denpasar, pemerintah kota ini juga sudah menyediakan transportasi umum seperti bemo dan angkutan pengumpan Trans Sarbagita agar masyarakat tidak menggunakan kendaraan pribadi lagi, sehingga kemacetan dapat berkurang. Namun, selain belum adanya kesadaran dari seluruh masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, pemerintah sepertinya juga belum memaksimalkan peran transportasi umum ini. Lalu, timbul pertanyaan, bagaimana cara untuk memaksimalkan peran transportasi umum yang sudah ada di Kota Denpasar, untuk mewujudkan Denpasar yang modern dan kreatif? Berikut ini penulis menyajikan beberapa cara kreatif untuk memaksimalkan peran transportasi umum yang sudah ada di Kota Denpasar, diantaranya :

1. Membuat angkutan umum kota yang nyaman, aman, terjangkau, dan tepat waktu untuk seluruh masyarakat

Masyarakat memerlukan transportasi umum kota yang nyaman, aman, terjangkau, dan tepat waktu. Sebenarnya angkutan pengumpan Trans Sarbagita menawarkan hal tersebut, namun belum seluruhnya maksimal. Walaupun angkutan umum ini gratis dan tepat waktu, tetapi untuk faktor kenyamanan penumpang masih belum dapat dikatakan maksimal. Lalu, apa saja yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan faktor kenyamanan penumpang ini, sehingga masyarakat mau menggunakan transportasi umum kota ini?

Yang paling utama adalah, transportasi umum ini memerlukan pendingin ruangan, sehingga penumpang merasa lebih nyaman untuk menggunakannya. Lalu, pemerintah dapat memasukkan unsur budaya Kota Denpasar di transportasi umum ini, seperti misalnya interior dengan kain endek Denpasar, atau penumpang dapat mendengar musik khas bali seperti rindik, sehingga masyarakat makin tertarik untuk menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama untuk berpergian di Kota Denpasar.



2. Mensosialisasikan transportasi umum dengan berbagai cara

Setelah pemerintah dapat membuat transportasi umum yang nyaman, aman, terjangkau, dan tepat waktu untuk seluruh masyarakat, pemerintah harus terus mensosialisasikan transportasi umum ini. Pemerintah dapat mensosialisasikannya di sekolah, pasar, dan tempat-tempat umum lainnya dengan menggunakan brosur, poster, atau spanduk. Pemerintah juga dapat mensosialisasikannya melalui internet, dengan menggunakan web, atau di media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan lain sebagainya. Sehingga, masyarakat tertarik untuk menggunakan moda transportasi ini.


3. Transportasi umum menggunakan bahan bakar hemat energi

Jika ingin menjadikan Denpasar sebagai kota yang modern dan kreatif, tentu tidak dapat hanya mengandalkan transportasi umum berbahan bakar minyak bumi saja. Selain karena persediaan minyak bumi yang semakin sedikit, transportasi umum berbahan bakar minyak bumi ini juga tidak ramah lingkungan. Warga Kota Denpasar dapat merancang suatu moda transportasi dengan bahan bakar alternatif dan hemat energi, seperti berbahan bakar gas, listrik, atau tenaga surya. Jika ini dapat diwujudkan, tentu dapat menciptakan Denpasar yang modern, kreatif, ramah lingkungan, hemat energi dan bebas polusi.


Itulah beberapa cara kreatif untuk memaksimalkan peran transportasi umum di Kota Denpasar. Tentunya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mewujudkan Denpasar yang modern dan kreatif dalam hal transportasi. Diperlukan kesadaran dan peran seluruh masyarakat Kota Denpasar, sehingga kota kita tercinta ini dapat menjadi kota yang nyaman untuk dihuni semua orang.

Daftar Pustaka

http://www.aipse.org/de/artikel/4-transportasi-umum-idaman.html

http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2013/02/18/pengumpan-trans-sarbagita-siap-melayani-anda.html

http://www.balioutbound.com/2012/11/angkutan-kota-trayek-pengumpan-sarbagita-kota-denpasar/

http://casmudiberbagi.blogspot.com/2013/08/trans-sarbagita-terintegrasi-sebagai.html

http://feedersarbagitadps.wordpress.com/

http://metro.kompasiana.com/2013/10/24/memanfaatkan-energi-baru-untuk-transportasi-publik-603379.html

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/13/11/22/mwna45-indonesia-usulkan-bandung-sebagai-kota-kreatif-unesco

Dokumen Penulis

Sumber Gambar : www.google.com

Unduh artikel di atas dalam bentuk :

Rabu, 14 Agustus 2013

Mengenal Lebih Jauh Madyapadma Journalistic Park

Madyapadma, mungkin diantara kalian ada yang pernah mendengarnya? Madyapadma adalah satu diantara puluhan ekstra di SMA Negeri 3 Denpasar. Ekstra ini adalah ekstra yang berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Ingin mengenal lebih jauh tentang ekstra ini? Baca terus artikel ini yaa!



Madyapadma lebih dikenal dengan singkatan MP. Madyapadma berarti teratai yang berada di tengah kolam. Hal ini sebagai simbolis bahwa anak-anak yang tergabung dalam Madyapadma itu selalu berada di depan walau bagaimanapun keadaannya. Sama dengan teratai yang selalu di permukaan, walau berada di air keruh, jernih, kotor, ataupun bersih.

Di Madyapadma, setiap anggotanya tidak hanya membahas tulis menulis seperti menulis berita, profil, artikel, dan lain-lain. Mereka juga bisa banyak belajar untuk menjadi penyiar, fotografer, atau yang lainnya. Karena di Madyapadma ini terdapat banyak bidang-bidang khusus yang bisa ditekuni. Bidang-bidang tersebut antara lain bidang umum, bidang audiovisual, radio, bidang web-online, bidang usaha dan bidang penerbitan.

Di bidang radio, mereka bisa berlatih untuk menjadi penyiar radio. Di bidang audiovisual, mereka bisa belajar bagaimana cara membuat film. Dan bagi kalian yg suka bekecimpung di dunia maya, kalian juga bisa belajar mengenai web online. Sedangkan d bidang usaha dan bidang penerbitan, kalian yang suka buat atau yang punya karya tulis seperti cerpen dan novel, itu bisa diterbitkan.

Nah, setiap minggunya, Madyapadma rutin menerbitkan koran dinding (kording). Bahkan tak jarang mengikuti lomba-lomba kording dan mading, menulis berbagai artikel dan lain-lain. Dan MP sering berlangganan juara. Selain itu, setiap tahunnya, MP mencetak dan mendistribusikan majalah Madyapadma. Selain untuk di kalangan sendiri, majalah MP juga disebarkan di beberapa perpustakaan SMA-SMA di Bali dan Perpustakaan Daerah.

Jadi bagaimana, tertarik untuk mengikuti ekstra ini? :D

Sumber : Madyapadma Online dan Internet
Sumber Gambar : www.google.com

Bumiku Sayang, Bumiku Malang, Ayo Kita Selamatkan!

Bumi, planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya, adalah planet dimana terdapat makhluk hidup. Ya, tumbuhan, hewan, dan manusia, dapat hidup di planet ini. Planet ini sudah sangat tua. Di usianya yang semakin tua ini, semakin hari kondisinya semakin mengenaskan. Mengapa bisa demikian?



Sebagian besar kondisi Bumi yang semakin mengenaskan ini disebabkan oleh aktifitas makhluk hidup didalamnya, khususnya aktifitas manusia. Benar, aktifitas manusia yang tidak mementingkan resikonya terhadap lingkungan, berakibat memperburuk keadaaan Bumi kita ini. Pengunaan bahan bakar minyak menyebabkan polusi udara, sehingga terjadi perubahan iklim yang ekstrem, bencana alam, pemanasan global, peningkatan suhu udara, dan naiknya permukaan air laut. Keadaan ini memang tidak dapat kita hindari, namun dapat kita kurangi atau cegah. Bagaimana caranya?


Kita sebagai manusia yang mencintai Bumi dapat melakukan hal-hal kecil untuk mencegah Bumi ini semakin hancur. Kita dapat melakukan hal-hal yang bersifat mencintai lingkungan, seperti hemat listrik dan hemat energi, mengurangi penggunaan plastik, dan mengurangi penggunaan bahan kimia. Lalu, kita dapat melakukan penghijauan yang dapat dimulai dari rumah kita sendiri. Juga, praktekkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kurangi konsumsi, gunakan kembali barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan, dan daur ulang bahan tertentu.


Walaupun hal-hal tersebut terlihat remeh, namun jika semua manusia di dunia ini melakukannya, akan sangat berpengaruh terhadap kondisi Bumi di masa depan. Ya, Bumi ini adalah warisan kita terhadap anak cucu kita. Maka dari itu, mari kita jaga dan selamatkan Bumi kita tersayang ini, dimulai dari sekarang!

Sumber : Internet
Sumber gambar : www.google.com

Jumat, 05 Oktober 2012

Komunitas Superhero RLSH, Unik dan Nyata

Komunitas yang terdapat dalam post-post sebelumnya masih berada dalam area se-Indonesia. Mari kita tengok komunitas di luar Indonesia. Apakah anda tau? Di New York, Amerika Serikat, terdapat sebuah komunitas yang sangat unik dan nyata. Apa itu? Mereka sebagai anggotanya menamakan komunitas ini sebagai Real Life Super Hero atau singkatannya yaitu RLSH. Menarik bukan?



Stand Up Comedy, Hiburan yang Jadi komunitas

Siapa yang tak tahu stand up comedy? Beberapa tahun terakhir, cara menghibur sendirian (monolog) dengan penonton ini memiliki penggemar yang tidak sedikit di Indonesia. Penyampaian komedi ini secara “one man show”, dengan berdiri ataupun duduk, bercerita atau bernyanyi solo tanpa ada partner untuk melakukan dialog. Secara penampilan, pertunjukan ini sebenarnya adalah pertunjukan yang sederhana. Begitu sederhananya bentuk pertunjukan ini, seorang komedian bisa tampil meski dengan hanya memakai t-shirt dan celana pendek, yang penting adalah bisa bercerita dan melawak secara solo kepada penonton.. Meski demikian, untuk bisa menghadirkan cerita atau aksi yang lucu tetaplah tidak mudah. Tekanan mental pasti akan hadir selama penampilan. Jika lelucon yang diberikan tidak dimengerti atau bahkan tidak dianggap lucu, para audiens tentu tidak akan tertawa dan yang lebih parah mereka malah mencibir komedian yang tampil.


Dalam sejarahnya, Stand Up Comedy sendiri telah ada di abad ke 18 di Eropa dan Amerika. Disana pelaku komedian ini biasa disebut dengan "stand up comic" atau secara singkat disebut dengan "comic". Para comic ini biasanya memberikan beragam cerita humor, lelucon pendek atau kritik-kritik berupa sindiran terhadap sesuatu hal yang sifatnya cenderung umum dengan berbagai macam sajian gerakan dan gaya. Dalam Stand Up Comedy, seorang comic seharusnya memiliki konsep atau materi sebagai bahan lelucon. Dan tak mustahil jika terdapat lelucon yang berbau cabul, rasis dan vulgar di Stand Up Comedy. Mereka biasanya membuat script dan catatan-catatan kecil untuk mempermudah mereka dalam berkomedi.


Di Indonesia, stand up comedy ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun dengan kemasan yang berbeda. Tak percaya? Coba saja anda menonton pertunjukan ketoprak, kesenian ludruk, atau wayang seperti wayang cenk blonk di Bali. Mirip kan dengan stand up comedy? Perkembangan stand up comedy di Indonesia juga sangat cepat karena adanya televisi. Stasiun TV seperti Kompas TV mengadakan kompetisi Stand Up Comedy Indonesia untuk mencari bakat comic terbaik. Sedangkan stasiun TV lainnya yaitu Metro TV membuat acara Open Mic, Stand Up Comedy Show hingga Stand Up Comedy Battle.


Semakin lama, penggemar stand up di Indonesia semakin banyak. Muncullah suatu komunitas stand up comedy se-Indonesia yang gagasan pertama kali dari Ernest Prakasa dengan menggunakan media social Twitter. Sambutannya cukup hangat di kalangan masyarakat. Apalagi, saat ini komunitas tersebut mulai berkembang tak hanya di ibukota. Komedi tunggal ini telah merambah ke beberapa daerah di nusantara. Rangkaian kegiatan komunitas yang rutin dilakukan oleh para comic adalah melatih kepiawaian comic tersebut. Mereka mencoba materi komedi ke sesama comic pada acara Open Mic yang telah dirancang pada waktu yang telah ditentukan. Bahkan, beberapa saat yang lalu, tepatnya hari Minggu, 30 September 2012 lalu, komunitas Stand Up Indo Bali bekerjasama dengan HMJ DKV ISI Denpasar membuat acara Bali Tri Tawa, dengan mengundang Ernest Prakasa, Gilang Pamungkas, dan Kemal Palevi. Acara yang berlangsung di kampus ISI Denpasar ini mendapat sambutan yang sangat meriah, dengan 450 tiket terjual HABIS! Bagaimana, ada yang tertarik untuk menjadi comic?

Sumber : www.squidoo.com

Gambar: www.google.com