Senin, 30 Agustus 2010

JaJad (3), Ayo ke Denpasar ICT Competition and Expo 2010!

Wah, baru melihat judulnya saja, mungkin kamu jadi bingung. Baru pertama kali dengar kan? Yah, terang saja, karena acara yang diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar baru pertama kali digelar. Bagaimana, tertarik untuk mengetahui apa saja yang terdapat di Denpasar ICT Competition and Expo 2010? Klik saja kata "baca selengkapnya" di bawah ini!

Denpasar ICT Competition and Expo 2010 (kita singkat saja menjadi DICE 2010, ya) adalah acara untuk memperingati HAKTEKNAS (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional) yang ke-15. Sebenarnya, puncak acara HAKTEKNAS adalah pada tanggal 10 Agustus. Tetapi, puncak DICE 2010 ini digelar pada tanggal 3-5 September 2010, bertempat di pusat Kota Denpasar. Tepatnya, di Jalan Mayor Wisnu, yaitu jalan di depan Pura Jagatnatha dan Museum Bali.

Tentunya, dari nama acaranya saja, sudah tertebak tema dari acara ini. Ya, temanya adalah tentang teknologi. Lebih tepatnya, “Kebangkitan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menuju Denpasar Kreatif Berbasis Budaya”. Sedangkan tujuan diadakannya DICE 2010 Di DICE 2010 ini adalah untuk mengetahui, menambah dan meningkatkan ilmu pengetahuan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di kalangan pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum agar mampu menggunakan dan memanfaatkan sarana dan prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi seperti komputer, laptop serta perangkat komputer ataupun perangkat teknologi lainnya.

Pada DICE 2010 ini, diadakan lomba-lomba yang boleh diikuti oleh masyarakat umum, dengan gratis ataupun terdapat biaya pendaftarannya. Pendaftarannya dibuka dari tanggal 10 Agustus 2010 dan ditutup pada tanggal 30 Agustus 2010. Lomba-lombanya adalah lomba fotografi, menggambar dan mewarnai, Cerdas Cermat TI, web sub domain, dan lomba web blog. Saya mengikuti lomba web blognya, hehehe. Ada juga workshop dan pameran teknologi. Pameran ini dibagi menjadi 4 bagian. Ada pameran TIK sekolah, pameran komputer dan software, pameran pelayanan publik, serta pameran kuliner. Semua pameran tersebut pastinya menarik untuk dilihat. Karena pameran ini akan menyajikan hasil kegiatan atau hasil karya yang telah dilakukan dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, disediakan juga pelayanan Internet Gratis (M-CAP), door prize dan hiburan-hiburan.

Nah, setelah membaca semua itu, pasti kamu tau dong, manfaat dari DICE 2010? Manfaatnya adalah, pengunjung yang datang dapat melihat secara langsung hasil karya/inovasi teknologi serta produk terbaru TIK sehingga mampu/berminat untuk memiliki sarana dan prasarana teknologi dimaksud. Sedangkan bagi pelaku TIK dan pelaku usaha TIK, DICE ini dapat menjadi sarana untuk menampilkan hasil karya atau inovasi teknologinya dengan design tersendiri serta sebagai ajang promosi terhadap usaha yang dimiliki. Dan, manfaat dari lomba dan workshop ICT adalah untuk membangkitkan teknologi serta untuk mengetahui sejauh mana intelektual/pemahaman sumber daya manusia Denpasar dalam penerapan TIK. Maka dari itu, datanglah ke DICE 2010! Ingat ya, pada tanggal 3-5 September 2010 di depan Museum Bali!


Sumber:

Situs DICE 2010, denpasarkota.go.id/denpasarict2010/

Sumber Gambar :

Situs Dice 2010 dan www.google.com

JaJad (2), Pameran Pembangunan, Bisa Jalan-Jalan Sekaligus Menambah Wawasan

Nah, adakah yang belum pernah jalan-jalan ke pameran pembangunan? Kalau ada, sayang sekali. Karena pameran pembangunan ini selain sebagai hiburan juga menambah wawasan kita. Mau tau lebih lanjut? Baca terus artikel ini kalau begitu!

Pameran Pembangunan Provinsi Bali Tahun 2010 ini diadakan di Taman Werdhi Budaya. Kalau ingin membaca tentang Taman Budaya, klik tulisan ini. Pameran yang bertemakan "Melalui Pameran Pembangunan Provinsi Bali Tahun 2010 kita Teguhkan Komitmen Membangun Bali menuju Bali Mandara" ini diadakan dari tanggal 14-23 Agustus lalu. Pameran ini dibuka bersamaan dengan dibukanya Lomba Utsawa Dharmagita SeBali yang juga diadakan di Taman Budaya.

Tentunya, pameran ini ada tujuannya. Tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan-pesan dan informasi penyelenggaraan pemerintah serta mensinergikan peran serta pemerintah, swasta dan masyarakat sebagai media edukasi dan hiburan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, terdapat banyak stand pameran dari pihak pemerintah, swasta ataupun masyarakat. Ada stand Pameran Hasil Industri Kerajinan dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Lalu, ada Peken Sarwa Pala (Pasar Tradisi) yang menjual hasil pertanian organik, perkebunan dan perikanan. Ada juga pagelaran seni dan wisata kuliner Bali. Selain itu, masih banyak stand-stand instansi lainnya seperti stand TNI, POLRI, ISI Denpasar, dll.

Di Pameran Pembangunan yang dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-65 dan Hut Pemerintah Propinsi Bali ke-52 ini, terdapat pula stand dari Kota Denpasar. Stand dari kota berwawasan budaya ini menampilkan berbagai kerajinan daur ulang sampah, berbagai hasil olahan peternakan dan hasil olahan pertanian, pelayanan internet oleh Dinas Kominfo Kota Denpasar serta berbagai produk herbal PPT Kota Denpasar.

Bagaimana, menarik bukan pameran pembangunan ini? Kalau jalan-jalan ke acara seperti ini, bisa jadi hiburan sambil belajar deh! Ada juga benda-benda khas bali seperti lukisan, keris, dan pakaian yang dapat dibeli langsung tanpa pergi ke tempat asal pembuatannya! Makanya, bagi yang belum sempat ke pameran ini, berharap saja pameran seperti ini akan diadakan lagi tahun depan. Siapa tau, ada lagi, kan?


Sumber:

Internet

Sumber Gambar :

www.google.com

JaJaD (1), Taman Werdhi Budaya, "Rumahnya" Budaya Bali

Apa itu JaJaD? Apakah itu jajan yang kehilangan huruf n nya? Bukan, hehehe. JaJaD adalah singkatan dari Jalan-Jalan Denpasar. Di artikel dengan dibubuhkan kata JaJad berartikan artikel tersebut berisi tentang tempat-tempat atau kegiatan wisata di Denpasar. Dan di JaJaD pertama ini, akan dijelaskan tentang Taman Budaya Denpasar. Bagaimana, sudah siap untuk bertualang? Kalau sudah, kliklah baca selengkapnya di bawah ini, okay?

Taman Budaya atau Taman Werdhi Budaya (Arts Centre) adalah taman yang berisikan seluruh budaya-budaya di Bali. Taman yang terletak di Jalan Nusa Indah, Denpasar ini rutin digunakan sebagai tempat diadakannya Pesta Kesenian Bali (PKB) pada pertengahan bulan Juni s/d Juli setiap tahunnya. Akhir bulan Agustus ini juga terdapat satu pameran yang diadakan di tempat ini. Pameran itu adalah Pameran Pembangunan Provinsi Bali Tahun 2010 (klik di sini untuk membaca tentang pameran).

Taman seluas kurang lebih 5 hektar ini awalnya merupakan sebuah Proyek Pengembangan Pusat Kesenian Bali di Denpasar yang dibentuk pada tahun 1969. Tujuannya adalah untuk melestarikan kekayaan seni budaya daerah Bali. Proyek ini merupakan gagasan dari almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, dan akhirnya dibangun oleh seorang arsitektur terkemuka Bali yakni Ida Bagus Tugur. Tempat ini dirancang berdasarkan arsitektur pura dan arsitektur Istana Kerajaan di Bali. Proyek ini diberi nama Werdhi Budaya atau Art Centre. Baru deh, pada tanggal 16 Agustus 1978 dilembagakan dengan nama Taman Budaya.

Taman yang dibelah oleh sebuah sungai dari timur ke barat ini dibagi dalam 4 komplek. Komplek pertama adlah komplek suci, meliputi Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale Pepaosan, dll. Yang kedua adalah komplek tenang dengan gedungnya adalah Perpustakaan Widya Kusuma. Yang ketiga adalah komplek setengah ramai meliputi Gedung Pameran Seni Mahudara Mandara Giri Bhuwana, Gedung Kriya, Studio Patung, Wisma Seni dan Wantilan. Komplek terakhir adalah komplek ramai meliputi panggung terbuka Ardha Candra yang berbentuk setengah lingkaran (setengah bulan) dan panggung tertutup Ksirarnawa. Dan, kedua panggung ini berada di selatan sungai.

Bagaimana, seru kan jalan-jalannya? Kita tak perlu keliling Bali untuk mengetahui seluruh budaya Bali. Cukup ke Taman Budaya ini. Dan biasanya, ada saja acara di taman ini. Jadi, jangan lewatkan juga acara-acara tersebut, ya!


Sumber:

Internet, Buku Pesona Denpasar terbitan Dinas Pariwisata Kota Denpasar

Sumber Gambar :

www.google.com

Minggu, 29 Agustus 2010

IID (2), Nasi Ayam dan Babi Guling, Kuliner dari Daging Ayam dan Babi Khas Bali

Kuliner dari Bali sangat banyak. Salah satunya adalah makanan dari daging hewan yaitu ayam dan babi (maaf, menu dari babi ini khusus untuk non muslim). Kuliner ini adalah, nasi ayam dan babi guling! Nah, bagi yang belum tau dan penasaran karena pingin tau, silahkan klik baca selengkapnya di bawah ini, ya!

Nasi Ayam

Bagi yang sudah pernah ke Bali, apakah sudah makan nasi ayamnya? Kalau belum, sayang sekali. Karena nasi ayam ini betul-betul lezat! Nasi ayam ini mirip dengan nasi campur, tapi ditambahkan dengan variasi dari daging ayam lainnya seperti ayam suwir, ayam betutu, telur, kacang tanah, gorengan kulit ayam yang gurih, sayur, sate ikan, sambal matah (mentah) Bali, dan lainnya. Jika kita menyantapnya, uh, dipastikan akan menambah lagi!

Tempat yang terkenal untuk mencari nasi ayam yang rata-rata harganya Rp 10.000 sampai Rp 15.000 seporsi ini adalah di Jalan Raya Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Di jalan ini terdapat banyak sekali tempat makan nasi ayam! Tapi, kalau tidak ingin pusing-pusing memilih tempat makan di sana atau karena terlalu jauh, pergi saja ke Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar. Di jalan ini terdapat salah satu cabang dari tempat makan di Kedewatan tadi, yaitu Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. Suasananya, dijamin enak deh!

Babi Guling

Makanan lainnya yang serupa tapi tak sama seperti nasi ayam di atas adalah babi guling, atau bisa juga disebut be guling. Kenapa serupa tapi tak sama? Karena hanya daging yang digunakanlah yang membedakan dua kuliner ini. Kalau nasi ayam dari daging ayam, sedangkan babi guling dari daging babi. Harga dan rasanya, sama saja. Lumayan terjangkau dan mantap lezatnya!

Babi guling ini dibuat dari anak babi betina atau jantan. Seluruh badannya digunakan secara utuh kecuali isi perutnya. Nah, isi perutnya ini dikeluarkan seluruhnya dan diganti dengan bumbu dan sayuran seperti daun ketela pohon. Lalu, babi ini dipanggang diatas bara api sambil diputar-putar (diguling-gulingkan) sampai matang yang ditandai dengan warna kulitnya menjadi kecoklatan dan renyah. Satu porsi babi guling berisikan nasi, daging babi lengkap dengan bumbu, kulit dan krupuk babi yang renyah, lawar, dan lainnya.

Babi guling yang paling terkenal dan enak berasal dari kabupaten Gianyar. Tapi, di Denpasar sudah banyak ada rumah makannya. Contohnya saja, di sekitar Jalan Raya Sesetan, Hayam Wuruk, atau WR. Supratman. Tapi sayang, saya lupa nama rumah makannya, hehehe.

Bagaimana, apakah air liurmu sudah turun? Membacanya saja sudah terbayang betapa lezatnya kuliner ini, bukan? Nah, ada tips untuk memakan dan membeli dua kuliner ini. Pertama, kalian bebas memilih mau pedas atau tidak. Kalau bisa sih yang pedas, biar lebih mantap! Yang kedua, makanan ini biasanya habis atau tidak enak dimakan lagi pada sore hari. Makanya, jadikan nasi ayam atau babi guling sebagai sarapan atau makan siangmu, karena makanan ini lagi hangat-hangatnya pada jam-jam tersebut. Dan terakhir, bagi yang belum mencoba, cobalah secepatnya, ya!


Sumber:

Internet

Sumber Gambar :

www.google.com

TeknoD (4), Kulkul, Alat Komunikasi Tradisional yang Masih Lestari

Kulkul adalah salah satu alat komunikasi tradisional yang masih lestari di Denpasar dan Bali. Kulkul yang biasa disebut kentongan pun terdapat di hampir seluruh pelosok daerah di Indonesia. Tapi, kenapa kulkul masih lestari, padahal teknologi komunikasi sudah semakin maju? Karena kulkul, memiliki hal yang tidak dimiliki oleh TIK masa kini. Apa saja hal tersebut? Untuk mengetahuinya, baca terus artikel ini, ya!

Benda dari bahan baku kayu atau bambu ini sering terdapat di organisasi masyarakat (banjar) atau pura di Bali. Fungsinya, adalah untuk menandakan adanya pertemuan rutin, pengerahan tenaga kerja, atau adanya gejala alam. Bunyi kulkul besar yang terdengar oleh masyarakat di sekitar banjar membuatnya sangat berguna untuk mengumpulkan masyarakat banjar pada waktu yang telah ditentukan. Lain halnya dengan alat komunikasi seperti HP (Handphone). Capai kan, kalau harus menelepon masyarakat banjar satu persatu hanya untuk memberi tahu ada pertemuan?

Pembuatan kulkul tidaklah mudah. Mulai dari mencari kayu atau bambu, proses pembuatan, sampai penyelesaian dan pelepasan kulkul harus dilalui dengan upacara-upacara khusus, dan diadakan pada hari-hari (dewasa) yang baik. Maka dari itu, kulkul dipercaya masyarakat Bali sebagai salah satu benda suci berkekuatan magis dan keramat. Kesucian kulkul pun dijaga dengan meletakkan kulkul di bangunan khusus bernama “Bale Kulkul” yang terletak di depan pelataran bale banjar atau pura.

Kulkul memiliki jenis dan bunyi yang khas, dan setiap bunyi memiliki artinya tersendiri. Ada jenis kulkul untuk Dewa (akan dibunyikan pada saat Dewa Yadnya), Bhuta Kala (dibunyikan untuk menstabilkan kehidupan manusia dengan alam), masyarakat (untuk meminta masyarakat berkumpul), atau hanya dijadikan suvenir sebagai salah satu barang antik. Menarik bukan, kulkul ini?


Hampir semua kegiatan di Bali disertai dengan kulkul. Mulai dari pagelaran seni, upacara adat, meminta masyarakat berkumpul, atau sebagai alat untuk menyatakan resminya pembukaan suatu acara. Jadi, tidak hanya sebagai alat komunikasi, kulkul juga memilki fungsi untuk menjembatani kegiatan manusia dengan Dewa, kegiatan manusia dengan manusia lainnya, atau kegiatan manusia dengan Bhuta Kala sebagai penstabil alam ini. Di Bali, fungsi ini disebut sebagai Tri Hita Karana. Jadi, lebih hebat mana, kulkul yang tradisonal atau HP yang modern sebagai alat komunikasi? Yang pasti, jangan lupakan aset budaya kita sendiri, seperti kulkul ini, walaupun teknologi semakin maju. Ok, teman?


Sumber:

id.wikipedia.org

Sumber Gambar :

www.google.com

TeknoD (3), CCTV, si Kamera Pengaman

Nah, adakah yang belum tau apa itu CCTV? Ok, akan saya jelaskan. CCTV adalah singkatan dari Closed Circuit Television, yang artinya menggunakan sinyal yang bersifat tertutup. CCTV ini berguna untuk menampilkan gambar pada waktu dan tempat tertentu, karena CCTV adalah salah satu video camera. Pada umumnya, CCTV ini digunakan sebagai pelengkap keamanan. Kita tidak perlu selalu menjaga salah satu tempat. Kalau sudah diletakkan CCTV, kita tinggal mengawasinya dari televisi yang disambungkan dengan CCTV tersebut. Praktis, bukan?

CCTV biasanya digunakan di tempat-tempat ramai, seperti di militer, bandara, toko, pusat perbelanjaan, kantor, pabrik, bank, jalan raya, dll. Bahkan sekarang, sekolah seperti sekolah saya, perumahan, dan universitas pun sudah terdapat CCTV. Ini untuk mempermudah pemantauan di setiap ruangan kelas atau rumah. Di Denpasar, penggunaan CCTV pun sudah banyak. Contohnya, ya di tempat-tempat tadi.

Bagian CCTV dibagi menjadi dua, yaitu kamera dan DVR (Digital Video Recorder). Fungsi kamera tentu saja untuk mengambil gambar di suatu tempat. Ada dua tipe kamera untuk CCTV. Yang pertama adalah kamera analog, yaitu kamera yang menggunakan satu kabel untuk setiap kamera dan itu berarti setiap kamera akan terhubung dengan DVR atau system secara langsung. Tipe kamera yang kedua adalah kamera network atau IP (Internet Protocol) Camera. Kamera ini lebih menguntungkan karena kamera ini bisa menggunakan Jaringan Network yang akan menghemat dari segi installasi karena network bersifat pararel (bercabang), sehingga kamera ini tidak memerlukan satu kabel khusus untuk tiap camera.

Kalau DVR (Digital Video Recorder), adalah bagian CCTV yang berfungsi untuk merekam semua gambar yang dikirim oleh kamera. Di DVR ini, banyak sekali fitur yang bisa kita gunakan. Salah satunya, rekaman yang sudah disimpan dapat menjadi bukti dalam membuktikan suatu hal yang terdapat di rekaman tersebut (misalnya perampokan, pencurian, dll.). Jumlah dan kualitas rekaman ditentukan oleh jenis DVR-nya. Jadi, pilihlah DVR yang bagus, ya!

Nah, jangan lupa, jika sedang melewati CCTV, bergaya sebaik dan selucu mungkin! Siapa tahu, yang melihat kamu jadi bingung. Tapi jangan marah jika dibilang orang gila oleh yang melihat, hehehe. Jadi bagaimana, berguna sekali kan CCTV itu? Jangan lupa, baca artikel menarik lainnya di blog ini ya!


Sumber:

id.wikipedia.org


Sumber Gambar :

www.google.com

TeknoD (2), Internet yang Makin Praktis, ada juga yang Gratis!

Di artikel ini, saya akan menjelaskan tentang internet dan hal-hal yang berhubungan dengan internet tersebut. Pertama-tama, apa sih internet itu? Internet adalah singkatan dari interconnected-networking, yaitu rangkaian komputer yang terhubung dalam beberapa rangkaian. Rangkaian-rangkaian ini berkumpul menjadi satu membentuk internet. Nah, lalu apa saja fungsi dari internet?

Internet dapat menjadi pencari informasi. Kita tinggal mencari informasi yang kita mau dengan menggunakan mesin pencari terbesar, Google. Internet juga sebagai sarana komunikasi, dengan adanya fitur chatting seperti Yahoo Messenger (YM) atau Google Talk. Ada juga jejaring sosial, contohnya Facebook (FB) dan Twitter untuk berteman dengan banyak orang. Selain itu, internet dapat mengirim e-mail (surat elektronik). Masih ada banyak fungsi lainnya, lho! Silahkan temukan sendiri, ya. Hehehe.

Intenet dapat diakses dengan menggunakan PC (Personal Computer) atau notebook. Jika ingin mengakses internet melalui dua benda tersebut, sebelumnya harus dihubungkan dengan menggunakan dial-up seperti TelkomNet Instan atau dengan menggunakan modem, contohnya Speedy dari Telkom. Internet juga dapat diakses dengan menggunakan handphone (HP). HP menggunakan teknologi yang lebih canggih dari PC, karena HP mengakses internet dengan menggunakan GPRS (General Packet Radio Service), dan GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel). Jadi, HP dapat mengakses internet dimana saja dan kapan saja. Tapi, membayarnya dengan menggunakan pulsa operator HP tersebut.

Hoi, jangan panik kalau tidak memiliki HP, komputer, ataupun notebook, tapi ingin mengakses internet! Karena perkembangan teknologi yang pesat membuat banyak orang mengambil kesempatan tersebut untuk membuka usaha warung internet (warnet). Ya, di Denpasar sendiri, sudah banyak terdapat warnet. Harganya bervariasi, dapat dihitung per menit atau per jam. Kondisi warnet pun beragam. Mulai dari bersih dan terang, sampai ke kotor dan remang-remang. Tinggal pilih deh, mau warnet yang mana! Saya juga punya warnet langganan, yaitu BWS Net di Jl. Tukad Yeh Aya 164, Denpasar. Warnet ini bersih, terang, dan dekat dari rumah saya. Maka dari itu, warnet ini menjadi warnet langganan saya. Hehehe.

Nah, ini tambahan bagi yang memeliki notebook dan handphone. Apakah di benda-benda berteknologi milik kalian tersebut, terdapat fitur Wi-Finya? Jika iya, beruntunglah kalian! Karena Wi-Fi adalah salah satu penghubung notebook/HP ke dunia maya, tanpa diperlukannya kabel (nirkabel). Wi-Fi menggunakan titik akses (hotspot) yang terdapat di suatu tempat. Wi-Fi lebih menguntungkan, karena kemudahan akses dan terhindar dari virus di komputer-komputer warnet.

Hotspot sebagai tempat mengakses internet, dapat ditemukan di banyak tempat di Denpasar. Contohnya, di warnet. Ya, selain menyediakan komputer yang terhubung dengan kabel, warnet biasanya menyediakan hotspot. Jeleknya, antara menggunakan komputer warnet dengan hotspot, harga tetap sama. Tapi bagusnya, kecepatan mengakses sangat terjamin, jika dibandingkan dengan hotspot di tempat bukan warnet. Nah, tempat-tempat bukan warnet berhotspot adalah restoran, kafe, minimarket seperti MiniMart, dan kantor. Di sekolah seperti sekolah saya dan universitas juga terdapat hotspot. Dan bagusnya, fitur hotspot di tempat-tempat ini tidak dipungut biaya, alias gratis! Nah, tidak rugi kan, membeli notebook/HP berWi-Fi? Karena, keuntungannya sangat banyak!

Bagaimana, sudah bertambah kan, wawasan kalian tentang internet? Nah, jika ingin menambah wawasan kalian tentang teknologi yang lain, silahkan baca artikel bertemakan TeknoD lainnya, ya!


Sumber:

id.wikipedia.org

Sumber Gambar :

www.google.com

TeknoD (1), Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Denpasar

Nah, pertama-tama saya jelaskan dulu pengertian TeknoD ya. TeknoD adalah salah satu sub tema yang saya buat, untuk menyampaikan apa saja teknologi yang sudah berkembang di Kota Denpasar. Pokoknya, semua tentang teknologi deh! Nah, kita lanjutkan ke artikel TeknoD yang pertama. Yaitu tentang Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Denpasar.

Bagi warga Denpasar yang sudah sejak dulu tinggal di kota ini, kota berwawasan budaya ini sekarang sudah sangat berubah. Mulai dari alat transportasi, penduduk yang tambah banyak, dan tentunya teknologi. Teknologi yang semakin maju membuat Denpasar sebagai kota urban yang semakin hari semakin maju. Nah, apa saja teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang merubah muka Denpasar masa kini? Silahkan baca terus untuk mengetahuinya, ya!

a. Media cetak yang semakin diminati

Kita mulai dulu dengan perkembangan media cetak di kota ini. Di masa kini, terdapat lebih banyak media cetak daripada tahun-tahun sebelumnya. Ya, media cetak seperti koran atau majalah semakin diminati oleh warga kota Denpasar. Ini terbukti dengan banyaknya media cetak bertemakan Bali dan dibuat oleh orang-orang Bali. Contohnya, Bali Post, Denpost, Tokoh, Majalah Sarad, Taksu, dan lainnya. Selain itu, koran-koran dan majalah nasional seperti Kompas, Bobo, Seputar Indonesia, dll., juga menjadi “makanan” sehari-hari warga kota ini. Maka dari itu, Kompas yang dulunya datang sore hari karena dikirim dari Jakarta dapat diterbitkan pagi hari di Denpasar. Sebab redaksi Kompas mengetahui, warga Denpasar sangat senang membaca Koran Kompas. Selain itu, redaksi Kompas ingin warga Denpasar menerima informasi terkini lebih cepat dari sebelumnya.

b. Televisi yang semakin merakyat

Dulu, televisi (TV) bukanlah barang yang berharga dan yang utama. Tapi sekarang, hampir setiap rumah, atau semua rumah di Denpasar ada TVnya. Ya, TV dapat menjadi alat pemberi informasi yang cepat dan langsung. TV juga memiliki acara-acara menarik setiap waktu untuk menghibur semua orang. Apalagi, Denpasar dan Bali pada umumnya sudah memiliki channel bertemakan Bali, yaitu Bali TV dan Dewata TV. Semua itu membuktikan bagaimana perkembangan TV yang pesat sebagai salah satu teknologi informasi di Denpasar.

c. Perkembangan komputer dan notebook

Teknologi yang berkembang pesat juga membuat penggunaan komputer bertambah. Ya, komputer dapat membantu pekerjaan-pekerjaan kita. Misalnya, menulis buku, menghitung, membuat presentasi, film, dan lainnya. Kalau tidak ingin membeli komputer, notebook pun bisa menjadi pilihan. Apalagi, notebook memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki komputer. Dan, untuk membeli atau memperbaikinya, tidak perlu pusing mencari tempatnya. Yang kecil-kecilan ada, bahkan pusatnya pun ada di Denpasar. Yaitu, di Jl. Diponegoro dan Gatot Subroto. Kalau tidak bisa memilikinya, ke warung internet juga bisa. Pokoknya, semua lengkap deh di Denpasar!

d. Semakin digunakannya internet oleh warga kota

Internet juga salah satu TIK yang berkembang pesat di Denpasar. Bagaimana tidak, internet memiliki banyak fungsi, yaitu untuk mencari informasi, alat komunikasi ke orang lain, dan lainnya. Di sekolah juga sudah ada pelajaran komputer dan bagaimana cara menggunakan internet. Perkembangan pesat internet juga dapat dibuktikan dengan banyaknya warung internet (warnet) dan fitur wi-fi (hotspot) di tempat-tempat nongkrong di Denpasar. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang internet, silahkan klik di sini.

e. Perkembangan Handphone (HP)

Bagi warga kota yang maju seperti Denpasar, masih adakah yang tidak kenal handphone (HP) atau telepon genggam? HP adalah salah satu TIK yang multifungsi. Bagaimana tidak, banyak sekali fitur yang dimiliki oleh HP. Contohnya, ada fitur komunikasi seperti dapat menelpon orang lain, pesan singkat, bahkan video call dan e-mail. HP juga bisa digunakan untuk menonton acara seperti menonton di TV, internetan, mendengar musik, main game, dan lainnya. Seluruh warga kota pun memilikinya, tak kenal muda ataupun tua. Apalagi, di Denpasar sudah semakin “menjamur” toko-toko penjual HP dan pulsa operatornya. Semua ini membuktikan, perkembangan HP sangat pesat di kota ini.

f. Penggunaan CCTV yang semakin banyak

CCTV dapat diartikan sebagai kamera/alat perekam yang memberi informasi tentang tempat diletakkannya CCTV tersebut. Ya, alat ini dapat memberikan informasi langsung tentang tempat-tempat yang direkamnya. Biasanya, diletakkan di tempat yang ramai seperti pusat perbelanjaan (mall), jalan raya, dan bank. Di sekolah pun ada. Nah, kalau ingin mengetahui lebih lengkapnya, silahkan klik di sini.

Itulah tadi beberapa TIK yang berkembang pesat di Denpasar, kota kita tercinta ini. Walaupun teknologi terus berkembang, di Denpasar masih ada kok alat komunikasi tradisional yaitu kulkul. Untuk lengkapnya, silahkan klik di sini. Pokoknya tetap ingat, walaupun teknologi terus berkembang, jangan lupakan budaya sendiri yang harus tetap dilestarikan. Okay?


Sumber:

Opini dan dokumen penulis

Sumber Gambar :

www.google.com